AnoTher LiFe of ThOugTh

Januari 6th, 2009

KiTa CeRai Aja…

Posted by 4pr1l14 in sukasuka

Saat aku dilamar suamiku, aku merasa bahwa akulah wanita yang paling

beruntung di muka bumi ini. Bayangkan dari sekian juta wanita di dunia

ini, aku yang dia pilih untuk jadi isterinya. Kalau aku persempit, dari

sekian banyak wanita di negara ini, di propinsi ini, di kota ini, di

rumah ibuku yang anak perempuannya 3, aku yang paling bungsu yang dipilih

untuk jadi isterinya! Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.

Aku berusaha keras menjadi isteri yang baik, patuh pada suami, menjaga

kehormatanku sebagai isterinya, menjadi ibu yang baik, membesarkan

anak-anakku menjadi sholih dan sholihah. Aku memanfaatkan pernikahanku

sebagai ladang amalku, sebagai tiket ke surga.

Walaupun begitu… hidup seperti halnya makanan penuh dengan bumbu. Ada

bumbu yang manis, yang pahit, yang pedas, dan lain-lain. Aku juga

menghadapi yang namanya ketidakcocokan atau selisih paham dengan suamiku, baik itu tidak sepaham, kurang sepaham, agak sepaham, hampir sepaham, atau apapunlah itu. Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku

mencoba berpikiran terbuka, mengakui kebenaran bila suamiku memang benar dan mengakui kesalahan bila aku memang salah. Aku mencoba bertuturkata lembut menegur kesalahan suamiku dan membantunya memperbaikinya agar ia

merubah sikapnya. It’s all about compromising.

Namun apalah daya… pada akhirnya, terucap pula kata itu dari bibir

suamiku “kita cerai saja!”. hanya karena sebuah masalah kecil yang tanpa

sengaja menjadi besar.

Saat itu seperti kudengar suara petir menggelegar di kepalaku. Arsy pun

berguncang untuk ke sekian kalinya. Dan hatiku hancur berkeping-keping.

Aku menjadi wanita paling pilu sedunia.

Tak ada yang kupikirkan selain… yah kita memang harus berpisah!

Kuingat kembali pertengkaran-pertengkaran kami sebelumnya… Kita

memang sudah nggak cocok!

Kupikirkan kesalahan-kesalahan apa yang telah aku lakukan namun lebih

sering mengingat kesalahan-kesalahan suamiku.

Aku menangis sejadi-jadinya hingga dadaku sesak dan airmataku kering.

Hari itu menjadi hari paling menyedihkan dalam hidupku.

Tak kulihat suamiku di sampingku keesokan paginya. Entah kemana ia.

Tanpa sadar aku, layaknya aktris berakting di sinetron-sinetron,

memandangi foto-foto kami dulu dengan berlinang airmata. Ngiris hati ini. Andai saja ada lagu Goodbye dari Air Supply yang mengiringiku, tentu semuanya menjadi scene yang sempurna.

Sekilas kenangan lama bermunculan di benakku. Aku teringat pertama kali

aku bertemu suamiku, teringat apa yang aku rasakan saat ia melamarku.

Aku tersenyum kecil hingga akhirnya tertawa saat mengingat malam

pertamaku. Ha ha ha.

Anak-anakku datang saat melihat ibu mereka ini tertawa, memelukku tanpa

tahu apa yang sedang terjadi. Mereka masih kecil-kecil. Kupandangi

mereka satu per satu…. Mereka mirip ayahnya. Aku jadi teringat saat

pertama kali kukatakan padanya bahwa ia akan menjadi ayah. Hhmmm…

Ku lalui hari-hari penuh kekhawatiran bersamanya, menunggu kelahiran

buah cinta kami. Dengan penuh kasih sayang, suamiku memegang tanganku,

mencoba menenangkanku saat sang khalifah baru lahir, walaupun kutahu ia

hampir saja

pingsan. Keningku diciumnya saat semuanya berakhir walaupun wajahku

penuh keringat saat itu. Saat kubuka mataku, di sampingku ia duduk

menggendong bayi mungil itu. Bersamanya, kubeli tiket ke surga…

“Mi, abi mana?” suara anakku mengejutkan lamunanku. Tak sanggup

kumenjawabnya. Hampir saja aku menangis lagi.

Tiba-tiba kulihat sesosok bayangan dari balik dinding. Suamiku datang.

Rupanya tadi malam ia tidur di masjid. Ia melihatku bersama

anak-anakku. Mereka berhamburan menyambut ayahnya, memeluk lututnya karena mereka

belum cukup tinggi menggapai bahu ayahnya itu. Ia membawakan makanan

untuk mereka.

Saat anak-anak sibuk dengan makanan itu, ia menghampiriku. Aku mencoba

untuk biasa dan kuajak ia melihat foto-foto lama kami. Bernostalgia.

Aku tertawa bersamanya. Mengingat yang telah lewat.

Sesekali ia memandangku lembut. Aku tahu ia sedang berfikir. Namun aku

khawatir ia sedang meyakinkan hatinya untuk benar-benar menceraikan aku

dan mengatur kata-kata agar aku dapat menerima keputusannya.

Saat ia diam dan memandangku dalam-dalam, kukatakan padanya bahwa aku

merindukannya sejak tadi malam. Ia tersenyum dan mengatakan bahwa ia pun

merasakan hal yang sama.

Hatiku lega. Kututup album foto itu dan kukatakan padanya bahwa selain

dari semua kekuranganku tentu ada kelebihanku, selain dari semua yang

tidak disukainya tentu ada yang disukainya, selain dari semua

ketidakcocokan kita tentu ada bagian yang cocok. “Bila tidak, apa alasan Abang mau menikahi Dinda dulu? Dan .. bagaimana mungkin kita bisa bertahan selama ini?”

Ia mencium keningku. Kurasakan air mata mengalir hangat di pipiku. Tapi

bukan air mataku…

“Allah memang hanya menciptakan Dinda buat Abang… Maafin Abang ya…”

Kuusap air mata dari pipinya dan ia membaringkan kepalanya di

pangkuanku…

“Maafin Dinda juga ya, Bang…”

Entah apa yang membuatnya berubah pikiran. Aku tak ingin menanyakannya.

Hanya dengan berada di sisiku pagi itu, aku rasa aku tahu jawabannya…

Princess LL

Pernikahan itu bisa berumur panjang bila ada usaha untuk

memanjangkannya dan bisa berumur pendek bila tidak ada yang mau berfikir panjang.

(Untuk pangeranku, aku ingin beranjak tua bersamamu… atas izin Allah)

Januari 6th, 2009

cinTa yang Tak Rumit

Posted by 4pr1l14 in sukasuka

Masih ingat Muhammad Faiz si penulis surat kepada Presiden itu?
>
>
> Cinta yang Tak Rumit dari Faiz
>
> Apa yang menyebabkan kita menyapa atau tidak menyapa, saat bertemu
> seseorang? Kebanyakan kita menyapa karena kita mengenal atau minimal
> mengetahui seseorang itu. Bisa juga karena kita menyukai atau menghormati
> orang tersebut, karena memang kebiasaan, atau punya keperluan. Mungkin
> juga
> sekadar basa basi. Apa pun itu, saya belajar banyak soal ini dari seorang
> anak kecil yang berbeda umur 26 tahun dari saya.
>
> Setiap hari saat berjalan kaki menuju sekolahnya yang tak begitu jauh
> dari rumah, Faiz akan melewati deretan panjang rumah yang ada di sekitar
> kami. Empat tahun yang lalu, ketika Faiz masih TK, saya takjub nyaksikan
> bagaimana cara ia menyapa! Semua tetangga yang kebetulan dilewati atau
> ditemuinya di jalan, tak akan luput dari teguran ramah disertai senyum
> tebar
> Faiz.
>
> “Selamat pagi, Pak, selamat pagi, Bu….”
>
> “Assalaamu’alaikum….”
>
> “Mari Oma, mari Opa…”
>
> “Dari mana, Tante?”
>
> “Wah hari ini Kakak berseri sekali!”
>
> “Mau kuliah, Bang?”
>
> “Eh, ketemu adik cakep. Mau kemana pagi-pagi sudah rapi?”
>
> Dan seterusnya….
>
> Saat ia duduk di kelas II SD, saya pernah bertanya pada Faiz,” Mas
> Faiz,apa kamu tak lelah menyapa begitu banyak orang setiap pagi?”
>
> Faiz tertawa. “Tidaklah, Bunda. Aku senang karena senyum dan sapaku
> mungkin bukan mengawali pagiku saja. Tapi mengawali pagi orang lain.
> Lagipula senyum itu kan sedekah, Bunda.”
>
> Saya nyengir. Pernyataan yang unik dari anak yang waktu itu belum berumur
> delapan tahun. “Subhanallah. Kalau dihitung dengan uang, sedekahmu
mungkin
> sudah milyaran,” ujar saya sambil mencium pipi Faiz yang memerah.
>
> Setiap kali hadir pada arisan yang diadakan ibu-ibu sekitar rumah, ereka
> kerap membicarakan Faiz.
> “Waduh, Faiz itu ramah sekali ya, Bu. Kalau bertemu saya selalu menegur
> lebih dulu, senyumnya manis sekali.”>
> “Kok bisa seperti itu sih, Bu? Bagaiana mendidiknya?”
> Saya tersenyum. Bagaimana mengatakannya? Sesungguhnya saya tak prnah
> mendidik Faiz secara khusus untuk menyapa dan tersenyum. Sayalah yang
> banyak belajar dari Faiz!
>
> Terbayang lagi berbagai peristiwa yang terjadi sejak Faiz mulai duduk di
> bangku SD.
>
> Ketika ia ada di teras rumah, semua pengemis yang lewat selalu
> dipanggilnya, diajak makan dan minum. “Hari ini di rumah masak sop dan
> perkedel.” Atau “Bapak mau bawa kopi untuk di jalan biar tidak mengantuk?
> Mau teh manis dingin?” Ia akan berlari ke kamar, mengambil celengan an
> mengeluarkan lembaran kertas dari sana untuk diberikan pada mereka.>
> Belum lagi, semua tukang jualan, tukang sol sepatu, yang lewat pun
> disuruh mampir. Ada saja yang ditawarkannya. “Istirahat dulu di sini,
Pak.
> Kan capek. Hari panas sekali. Sini, makan kue dan minum dulu. Atau mau
> makan nasi?” Selain itu ia pun akan bisik-bisik pada anggota keluarga
> lainnya untuk membeli sesuatu dari tukang jualan itu, meski kami tak
> terlalu membutuhkannya. “Apa salahnya sih menolong orang?” ujarnya.
>
> Maka di rumah mungil yang kami tempati, tak pernah ada hari di mana kami
> memasak sekadar pas untuk keluarga. Selalu ada tamu-tamu istimewa yang
> entah siapa. Faiz mengundang mereka secara tak terduga.
>
> “Ikhlas yaaa, Bunda…,” katanya sambil tersenyum manis.
>
> Lalu apakah ada lagi yang bisa saya ucapkan, meski dengan terbata? saya
> hanya mampu memeluk Faiz kuat-kuat.
>
> Sumber: Cinta yang Tak Rumit dari Faiz oleh Helvy Tiana Rosa

Desember 31st, 2008

ReNungan akhir Tahun

Posted by 4pr1l14 in ngejablai

daripada harus pergi keluar…malam-malam, dingin, dan macet…

berhuru-hara hura-hura gak jelas…ngabisin duit pula…gw mutusin untuk diem dan duduk cantik di rumah…sambil beberes sekaligus istirahat di kamar…dan sekali-sekali mungkin ngemil, sambil nonton DVD…hahaha…

gw bisa spend waktu gw untuk setiap detiknya dengan segala sesuatu yang bermanfaat…sekecil apapun…bahkan setelah gw udah punya perkerjaan sekalipun (udah gawe…cihui), setiap detik itu kerasa mahal banget harganya…untuk bisa nikmati waktu istirahat yang berkualitas (mang ada yah)…berarti gak cuma barang doank ya yang harus berkualitas…

hehehe…

tapi lama-kelamaan, nulis ini aja…udah bikin gw ngantug, wah kacau…rusak dunia persilatan…kita…hiks2…

bobok ah…

Desember 30th, 2008

motivasi di tempat kerja…

Posted by 4pr1l14 in sukasuka

laki-laki yang satu ini selalu jadi motivasi gw di tempat kerja…

gw baru sadar kalo gw sayang ma dia…

Desember 30th, 2008

true love

Posted by 4pr1l14 in puitisasimi...

is it real…

 

cinta sejati…

waktu kau menoleh, kau selalu tersenyum…

seperti laluan angin, menyilaukan…

meski ku tutup mataku, wajahmu akan selalu disitu…

yang berubah jadi butiran kesedihan…

kamu yang aku percayai, kamu juga yang aku lukai…

kita berdua selalu bicara tentang masa depan yang jauh…

memikirkannya berkali-kali…

saat kau terdiam, ntah…kenapa kau selalu menunduk,

seperti laluan hujan…

gak berubah sejak pertama kali ketemu…

yang berubah jadi air mata…

Desember 30th, 2008

Best Friends…

Posted by 4pr1l14 in sukasuka

so sweet to be…

coba hitung berapa banyak best friends yang bener2 bisa lo hitung sebagai teman terbaik…tanpa harus pake syarat-syarat…”karena…” ato embel-embel pamrih…

well…

ada satu perbedaan antara menjadi seorang teman dan menjadi sahabat…

pertama, seorang kenalan adalah seorang yang namanya lo tau, yang lo lihat berkali-kali, yang dengannya mungkin lo miliki persamaan, dan yang disekitarnya lo ngerasa nyaman…dia tuh orang yang bisa lo undang ke rumah lo, dan dengan dia lo berbagi. mereka itu orang-orang yang gak akan lo bagi hidup lo, yang tindakan-tindakannya kadang-kadang gak lo ngerti karena lo gak cukup tau tentang mereka…

sebaliknya…

sahabat itu orang yang lo cintai…bukan karena lo jatuh cinta sama dia, tapi karena lo peduli sama orang itu, dan lo pikirin dia waktu dia gak ada. orang dimana lo diingatkan lagi sama sesuatu yang mungkin dia sukai, dan lo tau itu karena lo sangat mengenal dia dengan baik…

mereka itu adalah orang-orang yang fotonya lo miliki dan wajahnya selalu ada di kepala lo. mereka adalah orang-orang yang lo lihat dalam pikiran lo, waktu lo denger satu lagu di radio, karena mereka ngebuat lo berdiri untuk menghampiri lo dan mengajak mereka dansa, mungkin mereka nginjak kaki lo, atau sekedar nempatin kepala mereka di pundak lo…

mereka adalah orang-orang yang diantaranya, lo ngerasa aman, karena lo tau mereka peduli sama lo…mereka nelepon lo cuma buat tahu kabar lo, dengerin suara lo, karena sahabat yang sesungguhnya gak butuh suatu alasan apapun…

mereka bakalan ngomong jujur pertama kali, dan lo melakukan hal yang sama. lo tahu kalau lo punya masalah, mereka bakalan siap ngedengerin…mereka adalah orang-orang yang gak bakalan  ketawain lo atau nyakitin lo, dan kalo mereka bener-bener nyakitin lo, mereka bakalan berusaha keras buat memperbaikinya…

mereka adalah orang-orang dengan siapa lo nangis saat lo ga diterima di perguruan tinggi dan yang bakalan nangis sama lo…selama lagu terakhir di pesta perpisahan kelas dan wisuda…

mereka adalah orang-orang yang pada saat lo peluk, lo gak akan pernah berpikir berapa lama memeluk dan siapa yang harus lebih dulu ngelepasin…mungkin mereka adalah orang-orang yang megang cincin nikah lo, atau orangyang mengantarkan/mengiring lo saat pernikahan, atau mungkin adalah orang yang bakalan lo miliki…

amin…

Desember 29th, 2008

So Close vs Close to You

Posted by 4pr1l14 in songs analyst

malam ini ngedengerin lagu so close - jon mclaighlan dan close to you - debelah morgan

so close tuh intinya sih ngegambarin meskipun lo gak jauh sama orang yang lo sayangi…

hati lo tuh gak akan kemana-mana,

jadi lo gak perlu khawatir kehilangan orang tersebut…

lagu ini berusaha ngeyakinin pendengarnya supaya bisa tenang,

kalo pun lo dihadapin oleh situasi, well…jauh dari orang yang lo sayangi…

(even you lost that person)

close to you justru kebalikannya…gak ada kesan kuat di lagu ini…

soalnya yang ada sebetulnya justru memelas kasihan supaya

bisa deket ama orang yang disayangi…please donk…

gak perlu segitunya…manja…ampe minta-minta biar bisa deket ama orang itu…

hareee geneee?

lagu close to you sebetulnya sah-sah aja

dan kerasa lebih tepat kalo didengerin pas suasana hati lagi kangen2nya banget ama orang yang disayangi…

bagi gw, 2 lagu ini ngaruh banget ama kondisi mood gw sekarang, saat ini…

bener2 ngegambarin kalo sebetulnya gw bukan tipe2 yang agak senang kalo harus jauh dari orang yang disayangi…

tapi bukan berarti juga gw jadi langsung rapuh untuk kehilangan seseorang yang disayangi…

nope nope…i was there…when i lost someone i loved…

in fact…it was a start to make me stronger…

come on…

bumi gak akan berhenti muter khan…meskipun orang yang lo sayangi pergi…or even worst…died!

so close…close to you…heartso close…close to you…heart

Desember 29th, 2008

FoRMer IntroDuction

Posted by 4pr1l14 in ngejablai

hi…

 

so this is my first time writing in blogdetik.com, i used to write on multiply…but since i knew blogdetik is more fun (i hope so)…i dare to draw my imaginations here…

 

i’ll take a chance…to talk about what i’m thinking about…i’ve learned…

 

because i believe that any great moment, will be such a history in our life…that could never happened anymore…

 

but it’ll still there…

 

as a gReat story…for our Greet grandson and gRandaughTer…

 

so You Have to make it last forever to be remembered…through a precious writing…

like this… 

 

best regard,

have a nice reading… 

  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta

    • Subscribe to RSS feed
    • The latest comments to all posts in RSS
    • Subscribe to Atom feed
    • Powered by WordPress; state-of-the-art semantic personal publishing platform.
    • Firefox - Rediscover the web